Di lereng, kabut-kabut mulai turun
memenuhi hutan mati
Serupa kalimat penegas ihwal sedih
lantaran kehilangan
Payung bumi dan gelap, lalu siut
angin lembap memeluk, meluruh
pada sisa-sisa kematian
Tempo-tempo berikutnya adalah hening
Riuh itu rupanya apel penyambutan
Adalah tanda dimulainya kehidupan
Tiada yang menyangka jua
Bahkan pohon-pohon kerdil
penjaga kuburan itu
(Hutan Mati Papandayan, 2018)
Suka pisan sama puisi yang ini heuheu :'
BalasHapus