Instgram Twitter

suatu diktat.

  • Beranda
  • Bilik
    • Opini
    • Corat coret
      • Cerita Pendek
      • Puisi
    • Resensi
      • Buku
      • Film
  • Tentang
Apakah sekarang lebih banyak ?
lengkung-lengkung simpul bahagiamu 
Barangkali aku mesti segera
melansungkan upacara pemakamannya

Ia telah lama mati. Tiada lagi
kemunculannya sejak dini hari
dua puluh empat November
Delapan belas.

Ia lama tak terjaga
Mari kita kebumikan.

(Tasikmalaya, 2020)
0
Share
Di ujung telapak kaki langit sore. Juga jingga
Pada sela-sela riuh angin darat, atau debur ombak samudra
Sebahagianku mendebar, menderau, kacau. Tiada lama, senyap jua
Besok lusa, kemudian berulang

(Tasikmalaya, 2020)
0
Share
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Sering Dibaca

  • Kedatangannya
    Di lereng, kabut-kabut mulai turun memenuhi hutan mati Serupa kalimat penegas ihwal sedih lantaran kehilangan Payung bumi dan gelap, lalu s...
  • REFLEKSI HARDIKNAS: Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19
    Selamat Hari Pendidikan Nasional; mari selamatkan pendidikan nasional ! Sejarah pendidikan bangsa kita telah dimulai sejak sebelum Indon...
  • 14 Bulan Sabit
    Hujan sore ini begitu riuh  Demikian kodok-kodok seberang sungai sana. Ribut  Satu di antaranya kehilangan almanak  Apa kau juga menyadariny...
  • Penantian
    Bilik sunyi perkemahan terakhir Seorang lagi, saksi siksa selusin pertemuan Katanya: "kemanakah hari-hari kemarin ? Lama nian ukuran bu...
  • Nama
    Detak ini mendetik waktu Rapalan huruf-huruf Ejaan suku-suku kata Sebuah nama

Arsip Blog

  • ▼  2020 (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  April (2)
      • Delapan Belas
      • Pengakuan
  • ►  2018 (3)
    • ►  April (3)

Label

Argumentasi puisi
Copyright © 2015 suatu diktat.