Instgram Twitter

suatu diktat.

  • Beranda
  • Bilik
    • Opini
    • Corat coret
      • Cerita Pendek
      • Puisi
    • Resensi
      • Buku
      • Film
  • Tentang
Di lereng, kabut-kabut mulai turun
memenuhi hutan mati
Serupa kalimat penegas ihwal sedih
lantaran kehilangan

Payung bumi dan gelap, lalu siut
angin lembap memeluk, meluruh
pada sisa-sisa kematian
Tempo-tempo berikutnya adalah hening

Riuh itu rupanya apel penyambutan
Adalah tanda dimulainya kehidupan
Tiada yang menyangka jua 
Bahkan pohon-pohon kerdil
penjaga kuburan itu

(Hutan Mati Papandayan, 2018)
1
Share
Puan ...
Keluputanku semakin berlipat
di lensa matamu.
Lagi-lagi kah, aku ?

(Tasikmalaya, 2020)

0
Share
Detak ini mendetik waktu
Rapalan huruf-huruf
Ejaan suku-suku kata
Sebuah nama
0
Share
Postingan Lebih Baru Beranda

Sering Dibaca

  • Kedatangannya
    Di lereng, kabut-kabut mulai turun memenuhi hutan mati Serupa kalimat penegas ihwal sedih lantaran kehilangan Payung bumi dan gelap, lalu s...
  • REFLEKSI HARDIKNAS: Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19
    Selamat Hari Pendidikan Nasional; mari selamatkan pendidikan nasional ! Sejarah pendidikan bangsa kita telah dimulai sejak sebelum Indon...
  • 14 Bulan Sabit
    Hujan sore ini begitu riuh  Demikian kodok-kodok seberang sungai sana. Ribut  Satu di antaranya kehilangan almanak  Apa kau juga menyadariny...
  • Penantian
    Bilik sunyi perkemahan terakhir Seorang lagi, saksi siksa selusin pertemuan Katanya: "kemanakah hari-hari kemarin ? Lama nian ukuran bu...
  • Nama
    Detak ini mendetik waktu Rapalan huruf-huruf Ejaan suku-suku kata Sebuah nama

Arsip Blog

  • ►  2020 (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ▼  2018 (3)
    • ▼  April (3)
      • Kedatangannya
      • Tanya
      • Nama

Label

Argumentasi puisi
Copyright © 2015 suatu diktat.