Penantian

Bilik sunyi perkemahan terakhir
Seorang lagi, saksi siksa selusin pertemuan
Katanya: "kemanakah hari-hari kemarin ?
Lama nian ukuran bulan"

Berita baru saja tersebar
Ia tidak mati, tetapi jua tak sedang hidup
Linglung, seolah nyaris habis napas
Lantaran tenggelam di segara rindu

Tabibnya hanya satu di muka bumi
Entahlah di selainnya
Ringkih pun pilu mustahil lenyap
Kecuali seorang kembali

(Tasikmalaya, 2020)

Yaga

1 komentar: